Memberikan Informasi Tentang Teknologi Terkini

Random Posts

Friday, 3 March 2017

Daripada Smartphone di Jual Mending Pikirin Lagi Deh, Ini Alasannya !



Saat ada smartphone baru, hasrat untuk membeli smartphone baru menjadi meningkat. Apalagi, jika smartphone itu dibekali spesifikasi dan fitur yang lebih canggih dari yang kamu pake.

Selain menjual smartphone lama untuk ganti smartphone baru, banyak juga yang menjual smartphone karena butuh uang. Padahal ada beberapa alasan jangan menjual smartphone Android yang sedang kamu gunakan sekarang.

Ini alasan jangan jual smartphone kamu :

1. Banyak Smartphone Baru
Diantara banyaknya produsen smartphone, Xiaomi dan Samsung adalah yang paling rutin menghadirkan smartphone baru. Dampaknya kalo hanya mengikuti kemauan, yang ada kamu malah sakit hati. Gimana nggak, setelah sebulan pake smartphone terbaru, ternyata tiba-tiba keluar seri baru yang lebih canggih dengan harga beda sedikit. Jadi mending tunggu sampe keluar smartphone baru yang benar-benar kamu idamkan saja.

2. Harga Jadi Jatuh
Cepatnya perguliran smartphone baru di pasaran membuat harga smartphone cepat sekali jatuh. Makanya, begitu muncul smartphone baru, mending jangan buru-buru jual smartphone kamu. Dipake aja dulu, sambil nabung dan menunggu harga smartphone baru incaranmu turun harga.

3. Merk Sangat Berpengaruh
Saat kamu jual smartphone bekas merk Samsung dengan Xioami, pasti harga smartphone Samsung masih laku lebih tinggi. Hal ini, karena memang harga jual kembali brand Samsung masih lebih dihargai dibanding Xiaomi. Makanya, jika kamu pake smartphone Xioami atau Asus, baiknya jangan dijual ke counter. Tapi jual ke orang yang membutuhkan. Jadi harga ngga banyak di-nego.

4. Di Root Aja

Daripada dijual, mending smartphone Android yang ingin kamu jual di-root aja untuk menghilangkan keterbatasannya. Dengan di-root, kamu bisa install berbagai modul Xposed dan custom ROM agar smartphone lama milikmu tetap terlihat keren & mantap.
Share:

Pemindaian Sidik Jari di Layar Smartphone Bakal di Ciptakan



Keberadaan pemindai sidik jari sekarang menjadi semacam fitur yang wajib hadir di sebuah perangkat smartphone. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi pemindai sidik jari masih terbatas di tombol fisik.

Dulu sampai sekarang, belum ada perusahaan teknologi yang bisa menghilangkan tombol fisik, tapi tetap menghadirkan fitur pemindai sidik jari. Karenanya, tak sedikit perusahaan yang mengakali keberadaan pemindai sidik jari di belakang bodi untuk bisa menghadirkan desain smartphone dengan bezel tipis.

Namun, kesulitan itu tak akan lagi menjadi masalah. Sebab, sebuah perusahaan pembesut modul pemindai sidik jari bernama CruialTech dilaporkan telah berhasil membuat terobosan dengan mengembangkan teknologi pemindai sidik jari di layar.

Juru bicara CruialTec menuturkan, solusi pemindai sidik jari di layar yang diberi nama Display Fingerprints Solution atau DFS ini telah menerima respon positif dari sejumlah perusahaan lain. Bahkan, teknologi tersebut siap dipasok untuk vendor smartphone mulai tahun ini.

Meskipun anyar, perusahaan asal Korea Selatan itu memastikan sensor pada pemindai sidik jari itu cukup sensitif untuk mendeteksi sentuhan sehelai rambut. Pemindai ini juga mengekstrak sidik jari beresolusi tinggi di 500 titik per inci.

Pengembangan teknologi pemindai sidik jari ini pun dipastikan akan berlanjut. Menurut CrucialTec, pihaknya berencana untuk menjual solusi yang memungkinkan fitur pemindaian sidik jari dapat dilakukan di bagian mana pun di layar smartphone pada tahun depan.
Share:

Hati-Hati, 5 Penyebab Baterai Smartphone Kamu Cepet Habis



Meskipun diciptakan dengan se-gudang fitur dan kecanggihannya. Namun, banyaknya fitur masih ada kekurangan yang serius disebagian besar pengguna. Salah satu masalah yang sudah lama menjadi isu adalah Baterai cepat habis.

Meski banyak yang telah dilakukan oleh para vendor smartphone, solusi yang dihadirkan tampaknya masih belum sesuai dengan ekspektasi pengguna. Tetapi sebenarnya apa sih penyebab baterai smartphone cepat habis?

Inilah beberapa penyebab baterai smartphone cepat habis :

1. Semakin Tinggi Spesifikasi, Semakin Besar Juga Daya yang Dibutuhkan
Secara umum, salah satu konsekuensi dari spesifikasi yang semakin tinggi memang terletak pada konsumsi daya yang lebih besar, khususnya saat berbicara tentang spesifikasi layar.

Prosesor juga bisa menjadi salah satu penyebab borosnya baterai, terlebih jika prosesor tersebut memiliki kecepatan single core yang tinggi namun tidak dibarengi dengan jumlah core yang lebih banyak. Jumlah core yang lebih banyak memang tak menjamin performa yang lebih cepat, akan tetapi ini sangat berpengaruh pada efektivitas prosesor dalam menjalankan task.

2. Banyak Aplikasi yang Menggunakan Push Notifikasi

Push Notifikasi memang memudahkan pengguna dalam memperoleh notifikasi secara real time serta memperoleh beberapa keuntungan lainnya. Akan tetapi, untuk menjalankan fitur tersebut aplikasi akan menjalankan beberapa task di sisi background. Jika ada banyak aplikasi yang menjalankan beberapa task di sisi background, tentunya semakin banyak pula resource yang dibutuhkan yang tentu saja berdampak pada konsumsi baterai.

3. Seringnya Multitasking
Multitasking kini semakin mudah dilakukan. Bahkan smartphone kelas menengah ke bawah juga banyak yang dibekali dengan kapasitas RAM yang lumayan besar, yang notabene-nya merupakan kunci dari performa multitasking yang smooth. Akan tetapi jika terlalu sering melakukan multitasking atau menjalankan banyak aplikasi dalam satu waktu yang sama, tentu smartphone akan membutuhkan banyak resource.

Cara untuk mengatasi baterai smartphone cepat habis karena terlalu sering multitasking adalah mematikan aplikasi yang memang sudah tidak digunakan lagi. Kalau multitasking sudah tak lagi dibutuhkan, bersihkan multitasking tray kamu dari semua aplikasi yang berjalan.

4. Sinyal Buruk
Sinyal buruk memang bisa mempengaruhi konsumsi baterai. Meski tidak semua smartphone memiliki mekanisme yang sama, pada dasarnya perangkat smartphone didesain untuk mencari pemancar terdekat demi memperoleh sinyal terbaik. Proses mencari sinyal terbaik ini tentunya akan memaksa pemancar smartphone untuk bekerja lebih keras yang berdampak pada konsumsi baterai yang lebih banyak.

Jika kamu tinggal di daerah yang sulit menerima sinyal, konsekuensi ini tampaknya memang sulit dihindari. Akan tetapi untuk meminimalisir penggunaan baterai, kamu bisa mengaktifkan airplane mode untuk sementara waktu dan menyalakannya kembali saat sudah berada di tempat yang sinyalnya lebih baik.

5. Kondisi Baterai yang Sudah Tua
Setiap komponen di dalam smartphone sebenarnya memiliki batas usianya masing-masing. Jika batas usia tersebut sudah terlampaui, bisa dipastikan masalah akan mulai bermunculan. Begitu pula dengan baterai smartphone. Jika sudah mencapai batas usianya, baterai smartphone cenderung akan menjadi lebih boros. Kapasitas yang dimiliki juga cenderung menyusut, terlebih jika dibandingkan saat masih dalam kondisi baru.
Share:

Wajib Waspada ! Ternyata Smartphone Bisa Jadi Sarang Bakteri



Siapa yang menyangka bahwa smartphone dapat menjadi tempat bersarangnya bakteri ? Jika diketahui bahwa toilet dan tempat sampah-lah menjadi lokasi terfavorit berkumpulnya segala jenis bakteri, kali ini sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa smartphone bisa menjadi tempat tinggal idaman bagi berbagai macam jenis bakteri.

Tim peneliti di University of Surrey, Inggris, telah melakukan uji coba dengan menggunakan 30 smartphone dan 30 tablet untuk melihat seberapa banyak bakteri yang terkumpul di perangkat-perangkat tersebut.

Smartphone dan tablet telah digunakan setiap hari oleh para penggunanya, namun yang kerap dilupakan adalah si pengguna adalah mereka hampir tidak pernah membersihkan tangan saat hendak menggunakan smartphone atau tabletnya.

Tim peneliti menggunakan metode dimana mereka menyeka perangkat smartphone dan tablet dengan kapas yang telah dilumuri pembersih khusus. Setelah itu, akan dilihat seberapa kotor dan berapa banyak jumlah bakteri yang ada di satu kapas.

Disebutkan bahwa pada sebuah tablet yang paling kotor bisa terdapat lebih dari 15.000 bakteri enterobacteria di tiap satu sekaan kapas. Untuk sebuah smartphone dan tablet yang dinilai tidak terlalu kotor, 7 dari 30 smartphone dan 8 dari 30 tablet bisa memiliki hingga 1000 bakteri enterobacteria per satu kali seka.

Tim peneliti menjelaskan bahwa perangkat tablet dan smartphone sejatinya harus memiliki perawatan higienis. Setidaknya, bersihkan perangkat tersebut dengan mengelap setiap sisi dan layar menggunakan kain bersih serta cairan sanitizer.

Saat ini, beberapa perusahaan perangkat teknologi telah mencoba untuk menghadirkan solusi mengatasi hal tersebut. Seperti yang sudah diketahui, Corning telah merancang layar Gorilla Glass anti mikroba untuk konsumennya.

Layar ini nantinya akan hadir pada smartphone ZTE Axon dan mampu melenyapkan bakteri hingga 99 persen.

Selain itu, Microsoft pun tak mau kalah dengan berencana menghadirkan fitur UV Light System yang dapat membunuh bakteri secara otomatis. UV Light System kemungkinan besar akan diimplentasikan di perangkat Surface Phone dan tablet Surface.
Share:

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengguna Android


Dalam waktu 8 tahun, Android sukses menjadi raja sistem operasi yang digunakan oleh smartphone, smartwatch & smarthome. Selain banyak dukungan game dan aplikasi, smartphone android banyak digemari masyarakat karena banyak pilihan yang terbaik. Tapi, banyak pengguna android yang tidak sadar bahwa yang dilakukannya salah.

Berikut Kesalahan yang Sering dilakukan Pengguna Android :

1. Ngecas Sambil Mainin Smartphone
Kebiasaan mainin smartphone untuk aktivitas beras saat dicas, seperti main game bisa merusak baterai. Soalnya hal ini akan membuat kualitas dan umur baterai kamu menjadi lebih singkat.

2. Asal Nyabut Charger
Karena terburu-buru, banyak pengguna smartphone android yang asal-asalan nyabut kabel dari konektornya. Padahal kebiasaan ini akan membuat lubang konektor jadi kendor. Apalagi jika smartphone android kamu belum menggunakan USB type-C bisa bahaya.

3. Nge-Root Android

Untuk menghilangkan segala keterbatasan yang ada di smartphone android, pengguna biasa melakukan root. Memang root android akan memberikan keleluasaan untuk mendapatkan fitur baru, tapi root-ing juga bisa berbahaya. Jika kamu lupa, proses root-ing bisa membuat garansi smartphone kamu hangus. Jadi, sayang jika android diroot saat garansi masih ada. Dan lagi, proses modifikasi sistem root bisa mengakibatkan smartphone kamu mati total jika salah install atau hapus.

4. Instal Aplikasi Bajakan Sembarangan
Jika asal meng-install aplikasi bajakan dari pihak ketiga, bisa saja smartphone android kamu terjangkit malware.

5. Tidak Meng-Update Aplikasi dan OS
Saking banyaknya aplikasi yang di-instal, seringkali pengguna smartphone android mengabaikan jika ada update. Alasannya takut buang kuota. Padahal update aplikasi atau OS ini penting banget untuk menambal celah-celah yang ada di smartphone, sehingga aman dari para hacker dan malware
Share:

Facebook

Header Ads

BTemplates.com

Memberikan segala informasi dalam sebuah artikel bertentangkan teknologi
Powered by Blogger.

Cari Disini...

Recent in Sports

Comments

Popular