Memberikan Informasi Tentang Teknologi Terkini

Random Posts

Friday, 3 March 2017

Hati-Hati, 5 Penyebab Baterai Smartphone Kamu Cepet Habis



Meskipun diciptakan dengan se-gudang fitur dan kecanggihannya. Namun, banyaknya fitur masih ada kekurangan yang serius disebagian besar pengguna. Salah satu masalah yang sudah lama menjadi isu adalah Baterai cepat habis.

Meski banyak yang telah dilakukan oleh para vendor smartphone, solusi yang dihadirkan tampaknya masih belum sesuai dengan ekspektasi pengguna. Tetapi sebenarnya apa sih penyebab baterai smartphone cepat habis?

Inilah beberapa penyebab baterai smartphone cepat habis :

1. Semakin Tinggi Spesifikasi, Semakin Besar Juga Daya yang Dibutuhkan
Secara umum, salah satu konsekuensi dari spesifikasi yang semakin tinggi memang terletak pada konsumsi daya yang lebih besar, khususnya saat berbicara tentang spesifikasi layar.

Prosesor juga bisa menjadi salah satu penyebab borosnya baterai, terlebih jika prosesor tersebut memiliki kecepatan single core yang tinggi namun tidak dibarengi dengan jumlah core yang lebih banyak. Jumlah core yang lebih banyak memang tak menjamin performa yang lebih cepat, akan tetapi ini sangat berpengaruh pada efektivitas prosesor dalam menjalankan task.

2. Banyak Aplikasi yang Menggunakan Push Notifikasi

Push Notifikasi memang memudahkan pengguna dalam memperoleh notifikasi secara real time serta memperoleh beberapa keuntungan lainnya. Akan tetapi, untuk menjalankan fitur tersebut aplikasi akan menjalankan beberapa task di sisi background. Jika ada banyak aplikasi yang menjalankan beberapa task di sisi background, tentunya semakin banyak pula resource yang dibutuhkan yang tentu saja berdampak pada konsumsi baterai.

3. Seringnya Multitasking
Multitasking kini semakin mudah dilakukan. Bahkan smartphone kelas menengah ke bawah juga banyak yang dibekali dengan kapasitas RAM yang lumayan besar, yang notabene-nya merupakan kunci dari performa multitasking yang smooth. Akan tetapi jika terlalu sering melakukan multitasking atau menjalankan banyak aplikasi dalam satu waktu yang sama, tentu smartphone akan membutuhkan banyak resource.

Cara untuk mengatasi baterai smartphone cepat habis karena terlalu sering multitasking adalah mematikan aplikasi yang memang sudah tidak digunakan lagi. Kalau multitasking sudah tak lagi dibutuhkan, bersihkan multitasking tray kamu dari semua aplikasi yang berjalan.

4. Sinyal Buruk
Sinyal buruk memang bisa mempengaruhi konsumsi baterai. Meski tidak semua smartphone memiliki mekanisme yang sama, pada dasarnya perangkat smartphone didesain untuk mencari pemancar terdekat demi memperoleh sinyal terbaik. Proses mencari sinyal terbaik ini tentunya akan memaksa pemancar smartphone untuk bekerja lebih keras yang berdampak pada konsumsi baterai yang lebih banyak.

Jika kamu tinggal di daerah yang sulit menerima sinyal, konsekuensi ini tampaknya memang sulit dihindari. Akan tetapi untuk meminimalisir penggunaan baterai, kamu bisa mengaktifkan airplane mode untuk sementara waktu dan menyalakannya kembali saat sudah berada di tempat yang sinyalnya lebih baik.

5. Kondisi Baterai yang Sudah Tua
Setiap komponen di dalam smartphone sebenarnya memiliki batas usianya masing-masing. Jika batas usia tersebut sudah terlampaui, bisa dipastikan masalah akan mulai bermunculan. Begitu pula dengan baterai smartphone. Jika sudah mencapai batas usianya, baterai smartphone cenderung akan menjadi lebih boros. Kapasitas yang dimiliki juga cenderung menyusut, terlebih jika dibandingkan saat masih dalam kondisi baru.
Share:

Wajib Waspada ! Ternyata Smartphone Bisa Jadi Sarang Bakteri



Siapa yang menyangka bahwa smartphone dapat menjadi tempat bersarangnya bakteri ? Jika diketahui bahwa toilet dan tempat sampah-lah menjadi lokasi terfavorit berkumpulnya segala jenis bakteri, kali ini sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa smartphone bisa menjadi tempat tinggal idaman bagi berbagai macam jenis bakteri.

Tim peneliti di University of Surrey, Inggris, telah melakukan uji coba dengan menggunakan 30 smartphone dan 30 tablet untuk melihat seberapa banyak bakteri yang terkumpul di perangkat-perangkat tersebut.

Smartphone dan tablet telah digunakan setiap hari oleh para penggunanya, namun yang kerap dilupakan adalah si pengguna adalah mereka hampir tidak pernah membersihkan tangan saat hendak menggunakan smartphone atau tabletnya.

Tim peneliti menggunakan metode dimana mereka menyeka perangkat smartphone dan tablet dengan kapas yang telah dilumuri pembersih khusus. Setelah itu, akan dilihat seberapa kotor dan berapa banyak jumlah bakteri yang ada di satu kapas.

Disebutkan bahwa pada sebuah tablet yang paling kotor bisa terdapat lebih dari 15.000 bakteri enterobacteria di tiap satu sekaan kapas. Untuk sebuah smartphone dan tablet yang dinilai tidak terlalu kotor, 7 dari 30 smartphone dan 8 dari 30 tablet bisa memiliki hingga 1000 bakteri enterobacteria per satu kali seka.

Tim peneliti menjelaskan bahwa perangkat tablet dan smartphone sejatinya harus memiliki perawatan higienis. Setidaknya, bersihkan perangkat tersebut dengan mengelap setiap sisi dan layar menggunakan kain bersih serta cairan sanitizer.

Saat ini, beberapa perusahaan perangkat teknologi telah mencoba untuk menghadirkan solusi mengatasi hal tersebut. Seperti yang sudah diketahui, Corning telah merancang layar Gorilla Glass anti mikroba untuk konsumennya.

Layar ini nantinya akan hadir pada smartphone ZTE Axon dan mampu melenyapkan bakteri hingga 99 persen.

Selain itu, Microsoft pun tak mau kalah dengan berencana menghadirkan fitur UV Light System yang dapat membunuh bakteri secara otomatis. UV Light System kemungkinan besar akan diimplentasikan di perangkat Surface Phone dan tablet Surface.
Share:

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengguna Android


Dalam waktu 8 tahun, Android sukses menjadi raja sistem operasi yang digunakan oleh smartphone, smartwatch & smarthome. Selain banyak dukungan game dan aplikasi, smartphone android banyak digemari masyarakat karena banyak pilihan yang terbaik. Tapi, banyak pengguna android yang tidak sadar bahwa yang dilakukannya salah.

Berikut Kesalahan yang Sering dilakukan Pengguna Android :

1. Ngecas Sambil Mainin Smartphone
Kebiasaan mainin smartphone untuk aktivitas beras saat dicas, seperti main game bisa merusak baterai. Soalnya hal ini akan membuat kualitas dan umur baterai kamu menjadi lebih singkat.

2. Asal Nyabut Charger
Karena terburu-buru, banyak pengguna smartphone android yang asal-asalan nyabut kabel dari konektornya. Padahal kebiasaan ini akan membuat lubang konektor jadi kendor. Apalagi jika smartphone android kamu belum menggunakan USB type-C bisa bahaya.

3. Nge-Root Android

Untuk menghilangkan segala keterbatasan yang ada di smartphone android, pengguna biasa melakukan root. Memang root android akan memberikan keleluasaan untuk mendapatkan fitur baru, tapi root-ing juga bisa berbahaya. Jika kamu lupa, proses root-ing bisa membuat garansi smartphone kamu hangus. Jadi, sayang jika android diroot saat garansi masih ada. Dan lagi, proses modifikasi sistem root bisa mengakibatkan smartphone kamu mati total jika salah install atau hapus.

4. Instal Aplikasi Bajakan Sembarangan
Jika asal meng-install aplikasi bajakan dari pihak ketiga, bisa saja smartphone android kamu terjangkit malware.

5. Tidak Meng-Update Aplikasi dan OS
Saking banyaknya aplikasi yang di-instal, seringkali pengguna smartphone android mengabaikan jika ada update. Alasannya takut buang kuota. Padahal update aplikasi atau OS ini penting banget untuk menambal celah-celah yang ada di smartphone, sehingga aman dari para hacker dan malware
Share:

Friday, 17 February 2017

Pilih Android Atau iOS ? Mana Yang Paling Cocok Buat Kamu ?

Predikat OS terbaik memang cukup sulit untuk diberikan ke salah satunya. Apalagi masing-masing OS ini memiliki keunggulan dan kualitas tersendiri.

iOS adalah sistem operasi besutan Apple yang disematkan dalam berbagai gadget produksi vendor raksasa tersebut. Mulai dari iPhone, iPad, serta iMac semuanya disemati dengan iOS yang dapat di update setiap ada perbaruan sistem software-nya.

Android adalah sistem operasi ciptaan pabrik raksasa, Google. OS Android tergolong pemain baru dibandingkan dengan iOS namun dengan perkembangannya yang begitu pesat, saat ini Android mampu bersaing sejajar dengan gadget milik Apple. Apalagi OS ini sifatnya open source jadi memungkinkan para developer aplikasi untuk mengembangkan software ciptaan mereka.

Saat awal kemunculan Android, banyak pengguna HP yang masih mengunggulkan iOS. Namun lambat laun, platform Android yang senantiasa diperbarui dapat mengalahkan penjualan Apple berkat banyaknya aplikasi yang dapat diunduh. Ditambah lagi banyak vendor smartphone yang merangkul Android sebagai sistem operasinya. Sebut saja Oppo, Samsung, Sony, dan lain-lain. Sedangkan iOs cukup bertahan dengan ekslusifitasnya yang hanya dikhususkan bagi gadget Apple.

Berikut perbedaan antara Androi dengan iOS :


Untuk Para Gamer

Banyak dari kita yang hobi sekali bermain game. Entah itu game mudah seperti Angry Birds atau yang membutuhkan perangkat berat seperti game-game RPG animasi. Bila kamu membeli smartphone untuk bermain game, kamu perlu mempertimbangkan daya tahan dari kedua platform tersebut. Dari segi ketersediaan game, App Store milik iOs masih mengungguli Play Store milik Android.
Ada banyak game papan atas seperti Walking Dead dan Infinity Blade yang awalnya hanya tersedia bagi pengguna iOS. Selain itu, App Store memiliki banyak game berkualitas yang tidak dipunyai oleh Android. Tentu saja, bila anda adalah seorang fanatik game, kemampuan untuk menjadi yang pertama men-download, adalah menjadi sebuah kepuasan tersendiri.
Memang pada akhirnya, game-game tersebut akan tersedia di Android namun para pengguna platform ini harus bersabar sambil gigit jari sementara pengguna iPhone dan iPad sudah bermain dengan seru.


Kemudahan Berbagi Data

Bagi para pengguna iOS, tampaknya Apple tidak mengijinkan kamu mentransfer foto lewat Bluetooth ke ponsel platform Android. Inilah yang membuat iPhone terasa ekslusif. Lain halnya dengan Android. Banyaknya gadget yang ber-platform Android mempermudah pengiriman gambar, music, serta file-file lain via Bluetooth. Bahkan ada banyak file sharing apps yang bisa didownload lewat Play Store.


Memori Eksternal

Bagi kamu pengguna iPhone, jangan harap untuk mengekspansi kapasitas memorinya. kamu diwajibkan memilih kapasitas memori saat kamu membelinya. Entah itu 8 GB, 16 GB atau 32 GB. Tentu saja, kamu harus benar-benar berpikir secara matang sebelum melakukan pembelian. Bisa jadi smartphone tersebut tidak mampu memuat aplikasi-aplikasi hasil unduhan kamu.
Lain halnya dengan Android, ada banyak pilihan kapasitas memori yang dapat dipilih dan diekspansi hingga 32 GB. Hal ini akan mempermudah para penggunanya dalam mengatur file-file yang ada.


Kamera

Pernahkah kamu membandingkan hasil jepretan kamera iPhone dan kamera Android dengan kekuatan lensa yang sama? Hasilnya pasti jepretan iPhone terlihat lebih tajam dan bagus. Apple tidak pernah main-main dalam membenamkan fitur kameranya. Setiap ponsel iPhone hadir dengan kamera beresolusi tinggi serta ukuran sensor yang besar pula. Sensor ini bertugas untuk menangkap cahaya yang nantinya berpengaruh pada kualitas gambar yang dihasilkan.


Fitur Widget

Bagi para pengguna smartphone dapat menikmati kebebasan melakukan personalisasi pada menu home mereka. kamu dapat menaruh apps apa saja  pada layar misalnya, music player, email, BBM atau camera. Jadi, HP Android kamu memiliki tampilan yang berbeda dan tidak ada duanya. Para pengguna iOS tidak dapat mengubah tampilan home atau mengubah font-font apabila tidak dilakukan Jail Break.


Harga

Harga menjadi sebuah pertimbangan penting saat membeli hape. Saat ini, membludaknya gadget berbasis Android dapat mencakup semua kalangan. Mencari smartphone Android 1 jutaan sama mudahnya dengan mencari yang harganya 6 jutaan. Lain halnya dengan platform iOS. Harganya sudah ditentukan oleh Apple dan tidak banyak pilihan gadget yang tersedia karena iPhone maupun iPad memiliki seri yang urut dan setiap tahunnya hanya merilis satu hingga dua model anyar saja. Harga dari iPhone terbaru pun cukup fantastis dan pasti di atas 5 juta. Jadi kamu harus menunggu sampai seri barunya dirilis baru kamu dapat memperoleh seri lama dengan harga murah.


Kualitas Aplikasi

Karena Android memiliki development yang bebas, maka kualitas aplikasinya cenderung tidak terkontrol. Aplikasi yang jelek sekalipun dapat terdaftar di Play Store dan bila kamu kurang beruntung, kamu bisa merasa jengkel saat mengunduh sesuatu yang tidak sesuai harapan. Lain halnya dengan iOS, karena terbatasnya ruang gerak developer, maka hanya kualitas yang terbaik yang ada pada App store.


Ragam Gadget


Saat ini, konsumen tidak ingin dibatasi dengan hanya satu atau dua pilihan saja. Oleh karena itu, Android masih menjadi platform terfavorit di pasar gadget dunia. Hal ini dikarenakan Android tidak terpaku pada satu merk ponsel saja. Ada banyak pilihan gadget dengan berbagai desain yang dapat menarik minat kalangan lebih luas dibandingkan dengan produk Apple yang terbatas. Selain itu, handphone besutan Apple memang kurang kompatibel dengan sistem di luar iOS.
Share:

Saturday, 11 February 2017

Apa Itu Sistem Operasi ?

Operation System/OS (Sistem Operasi) merupakan program yang bertugas mengontrol dan memanajemen perangkat keras yang sebagai operasi-operasi dasar sistem, termasuk dalam menjalankan suatu program yang dapat memudahkan dalam suatu pekerjaan.





  • Sistem Operasi Komputer
    merupakan software di lapisan pertama dalam meletakkan memori komputer (Hardisk) di saat komputer dinyalakan. Lalu pada program lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi Komputer berjalan, dan melakukan layanan inti umum keseluruhan program. Layanan inti umum tersebut misalnya akses ke disk, manajemen memori, skudiling task, dan antar muka user. Sehingga setiap software tidak lagi melakukan tugas inti umum karena telah dilakukan dan dilayani oleh Sistem Operasi.

  • Sistem Operasi Berfungsi
    sebagai penghubung antara lapisan hardware dan lapisan software. selain itu, Sistem Operasi komputer juga melakukan semua perintah perintah penting dalam komputer, serta menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda fungsinya dapat berjalan lancar secara bersamaan tanpa hambatan. Sistem Operasi Komputer menjamin aplikasi perangkat lunak lainnya bisa memakai memori, melakukan input serta output terhadap peralatan lain, dan mempunya akses kepada sistem file. Jika beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka Sistem Operasi Komputer akan mengatur jadwal yang tepat, sehingga sebisa mungkin semua proses pada komputer yang berjalan mendapatkan waktu yang cukup untuk menggunakan CPU dan tidak saling mengganggu dengan perangkat yang lain.

Baca Juga : Android VS iOS 

Bagian-Bagian Sistem Operasi :

  • Mekanisme Boot, adalah meletakkan kernel ke dalam memori
  • Kernel yaitu inti dari sebuah sistem operasi
  • Command Interpreter atau shell, yang bertugas dalam membaca input dari pengguna
  • Pustaka-pustaka, yaitu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh apliaksi lain
  • Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus untuk mengontrolnya 

Fungsi-Fungsi Sistem Operasi : 
  • Membuat komputer menjadi lebih mudah dan menarik serta nyaman digunakan
  • Memungkinkan sumberdaya komputer digunakan secara efisien
  • Disusun atau diprogram untuk sedemikian rupa memungkinkan menerima perubahan/pengembangan baru yang efektif dan efisien, dengan pengujian sistem tanpa mengganggu layanan yang telah ada. 

Share:

Facebook

Header Ads

BTemplates.com

Memberikan segala informasi dalam sebuah artikel bertentangkan teknologi
Powered by Blogger.

Cari Disini...

Recent in Sports

Comments

Popular